Terus Kordinasi, Tim RSUD I Lagaligo Tangani Dugaan Keracunan

oleh -173 Dilihat
oleh
Terus Kordinasi, Tim RSUD I Lagaligo Tangani Dugaan Keracunan
Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, Sp.PK, M.Kes, turun langsung ke Puskesmas Mangkutana membantu 85 siswa dan tiga orang guru SMA Negeri 4 Luwu Timur diduga mengalami keracunan makanan.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id — Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, Sp.PK, M.Kes, turun langsung ke Puskesmas Mangkutana membantu 85 siswa dan tiga orang guru SMA Negeri 4 Luwu Timur diduga mengalami keracunan makanan.

Dugaan keraacunan makanan itu setelah para siswa dan gur menyantap hidangan dalam kegiatan Bazar Kelas yang digelar di lingkungan sekolah, Senin (05/10/2026).

Para siswa dan guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti muntah, sakit perut, sesak, hingga diare. Salah satu menu yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut adalah rice bowl dengan berbagai lauk, termasuk ayam suwir dan lalapan.

“Para korban mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Mangkutana, Puskesmas Tomoni, dan Puskesmas Tomoni Timur. Sementara itu, dua pasien telah dirujuk ke RSUD I Lagaligo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata dr. Irfan.

Baca Juga:  Gerak Cepat Ibas Tinjau Puluhan Siswa SMAN 4 Lutim yang Keracunan

Kehadiran tim RSUD I Lagaligo di Puskesmas Mangkutana, kata dr. Irfan, merupakan bagian dari upaya respons cepat dalam menghadapi kondisi darurat dan memastikan koordinasi pelayanan kesehatan berjalan secara optimal antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan.

“Di tengah proses penanganan, bapak Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang sebelumnya hendak menuju Kecamatan Nuha untuk meninjau persiapan Pekan Expo UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, turut mengubah arah perjalanan dan langsung menuju Puskesmas Mangkutana,” katanya.

dr Irfan menambahkan, pendataan dan pemeriksaan terhadap siswa maupun guru yang mengonsumsi makanan dalam kegiatan Bazar Kelas, masih terus dilakukan.

“Jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses identifikasi dan pemantauan kondisi kesehatan. Kita terus melakukan koordinasi dan memberikan pelayanan medis sesuai kondisi masing-masing pasien,” tutupnya. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.