Program Edukasi dan Mitigasi Bencana bagi Murid SLB, Diapresiasi Bupati Lutim

oleh -578 Dilihat
oleh
Program Edukasi dan Mitigasi Bencana bagi Murid SLB, Diapresiasi Bupati Lutim
Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana bagi peserta didik berkebutuhan khusus di dua sekolah luar biasa, yakni SLB Tunas Harapan Bangsa di Desa Rantemario, Kecamatan Tomoni, dan SLB Laketu di Desa Manurung, Kecamatan Malili.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, terhitung 20–24 September tersebut, diinisiasi lewat kolaborasi antara Yayasan Celosia, Save the Children, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur.

Selain pembekalan materi mitigasi di dalam kelas, para murid juga mempraktikkan langsung simulasi evakuasi mandiri menghadapi bencana gempa bumi.

Irwan menilai inisiatif kemanusiaan ini sangat penting dan tepat sasaran. Pasalnya, siswa SLB tergolong ke dalam kelompok rentan yang memiliki keterbatasan fisik maupun mental, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam merespons situasi darurat.

“Saya sangat salut dan mengapresiasi kegiatan ini. Ini kegiatan mulia yang sungguh luar biasa,” kata Irwan.

Baca Juga:  Pemkab Lutim Gelar Rakor Program Sekolah Siaga Bencana

Irwan, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Luwu Timur, menggarisbawahi minimnya akses informasi kebencanaan yang ramah disabilitas.

Hal tersebut kerap membuat anak-anak kesulitan menangkap tanda bahaya konvensional, seperti sirine peringatan dini atau aba-aba evakuasi.

Melalui pelatihan dan simulasi berkala, para siswa dilatih agar memiliki kesiapan motorik serta ketenangan mental demi mencegah kepanikan saat bencana sesungguhnya terjadi.

“Dengan kegiatan ini, kita melatih keterampilan dasar bertahan hidup agar siswa berkebutuhan khusus ini tidak sepenuhnya bergantung pada orang lain saat kondisi darurat. Kita membangun kemandirian anak-anak kita melalui kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Edukasi kebencanaan ini tidak hanya menyasar para murid, tetapi juga melibatkan orang tua secara aktif.

Keterlibatan para wali murid mencakup pembentukan struktur Tim Siaga Bencana Sekolah (TSB), pemetaan potensi ancaman bahaya di lingkungan sekitar, hingga keikutsertaan dalam gladi simulasi lapangan. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.