Bantu Warga Terdampak Kemarau, PMI Luwu Timur Gelar Operasi Darurat Air Bersih

oleh -373 Dilihat
oleh
Bantu Warga Terdampak Kemarau, PMI Luwu Timur Gelar Operasi Darurat Air Bersih
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur, menggelar operasi tanggap darurat distribusi air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan berkepanjangan pada tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur, menggelar operasi tanggap darurat distribusi air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan berkepanjangan pada tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Timur.

Operasi air bersih ini dilaksanakan mulai tanggal 15 September 2026 hingga tanggal 31 Oktober 2026 mendatang, untuk menyuplai kebutuhan dasar masyarakat pada 14 desa dan 1 kelurahan yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Mangkutana, Tomoni, dan Tomoni Timur.

Ketua PMI Kabupaten Luwu Timur, yang juga Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah bersama PMI guna menopang pelayanan PDAM Cabang Mangkutana yang kewalahan memenuhi lonjakan kebutuhan warga di musim kemarau ini.

“Kekeringan yang berkepanjangan bukan hanya memicu krisis air, melainkan juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan. PMI bersama pemerintah daerah, dan PDAM bergerak secara terencana dan transparan agar pasokan air layak konsumsi dapat sampai ke warga yang paling membutuhkan,” ujar pria yang akrab dengan sapaan Ibas ini.

Berdasarkan hasil assemsment PMI Kabupaten Luwu Timur, sedikitnya tercatat sebanyak 2.328 kepala keluarga (KK) di 15 wilayah tersebut membutuhkan pasokan air besih. Operasi darurat ini direncanakan berjalan penuh selama 60 hari dengan target penyaluran total mencapai 1.200.000 liter air bersih.

Baca Juga:  Atasi Keterbatasan Stok Darah, PMI Lutim Gelar "Donor Darah Merdeka"

Dalam pelaksanaannya, PMI mengoperasikan satu unit armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dengan frekuensi distribusi empat rit per hari. Melalui skema ini, kapasitas pasokan harian mencapai 20.000 liter, dengan estimasi menjangkau 1.300 KK penerima manfaat secara berkala guna melengkapi distribusi air bersih reguler PDAM.

Penyaluran bantuan air bersih ini menerapkan prinsip prioritas ketat yang berskala wilayah, yakni mendahulukan desa-desa dengan defisit air paling parah dan minim akses sumber alternatif. Selain itu, menggunakan skala prioritas kelompok rentan, yakni kelompok lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, balita, serta keluarga prasejahtera.

“Air yang didistribusikan juga dipastikan berasal dari sumber resmi yang teruji kelayakannya, dengan tangki dan selang armada yang rutin disterilkan,” tandas Ibas.

Sementara Titik distribusinya (droping) air diatur pada titik yang aman, mudah dijangkau warga, tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, dan didampingi langsung oleh penanggung jawab desa masing-masing.

Ibas berharap, dengan adanya operasi kekeringan air bersih yang dilakukan PMI Kabupaten Luwu Timur ini, masyarakat bisa terbantukan untuk kebutuhan dasar mereka di musim kemarau berkepanjangan ini. (*/zwb).

No More Posts Available.

No more pages to load.