Dinkes Lutim Target 6.600 Pemerikasaan PTM Guna Memutus Penularan TBC

oleh -304 Dilihat
oleh
Dinkes Lutim Target 6.600 Pemerikasaan PTM Guna Memutus Penularan TBC
Guna menekan risiko komplikasi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan memutus rantai penularan TBC sejak dini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan akan melakukan 6.600 pemerikasaan.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Guna menekan risiko komplikasi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan memutus rantai penularan TBC sejak dini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan akan melakukan 6.600 pemerikasaan.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Luwu Timur, Alimuddin Bahtiar, S.Sos., MM, menjelaskan, kegiatan ini mendukung target pemeriksaan 6.600 warga tingkat kabupaten.

“Melalui strategi Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC), kolaborasi Dinkes, RSUD I Lagaligo, dan Puskesmas Tomoni Timur difokuskan pada penemuan kasus sedini mungkin,” kata Alimuddin Bachtiar.

Alimuddin menambahkan, edukasi lapangan juga digencarkan untuk mengenali gejala khas TBC, seperti batuk berdahak panjang, demam malam hari, penurunan berat badan, dan nyeri dada.

Di Kecamatan Tomoni Timur, pemerintah kecamatan meminta kepada para lansia agar lebih ketat menjaga pola makan, serta mencukupi waktu istirahat.

Imbauan tersebut ditegaskannya Camat Tomoni Timur, Yulius, saat membuka Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung di empat desa se-Kecamatan Tomoni Timur mulai tanggal 18 hingga 21 Agustus 2026.

Yulius mengingatkan warga terutama lansia, agar menghindari makanan pemicu lonjakan tekanan darah dan kolesterol, Selasa (18/08/2026) di Desa Margomulyo.

“Jangan sembarangan makan, terutama makanan yang bisa memicu hipertensi, kolesterol, serta penyakit tidak menular lainnya. Selain itu gunakan masker untuk mencegah sebaran droplet,” kata Yulius.

Pada kesempatan tersebut, Yulius juga turut memeriksakan tekanan darahnya sebagai teladan nyata, agar masyarakat tidak merasa cemas atau takut untuk mendeteksi kondisi fisik mereka secara rutin.

Pelaksanaan CKG dan tracing TBC diawali dari Aula Kantor Desa Margomulyo sebelum berlanjut ke Desa Purwosari, Desa Cendana Hitam Timur, dan Desa Pattengko.

Warga kelompok usia lanjut tampak mendominasi antrean pemeriksaan, di mana cakupan hari pertama berhasil melampaui 50 persen dari target 400 sasaran kecamatan.

Baca Juga:  Asrul Sani Hadiri Peringatan Hari Otoda Nasional di Surabaya

Sementara itu, Kepala Desa Margomulyo, Suwanto, mengapresiasi tingginya antusiasme warga dan turut memobilisasi masyarakat untuk memanfaatkan cek gula darah hingga tensi secara gratis.

Upaya jemput bola di tingkat desa ini diharapkan dapat mengikis stigma takut berobat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan dasar. Sinergi ini menjadi bukti komitmen daerah dalam mengawal target nasional mewujudkan Indonesia Bebas TB 2050. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.