Jakarta, Kabartanaluwu.id – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan audiensi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (22/6/2026).
Dalam audiensi tersebut, Andi Sudirman didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkep Muh Yusran Lalogau.
Pertemuan itu membahas usulan Program Listrik Desa (Lisdes) untuk desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Pangkep.
Andi Sudirman menyampaikan, program tersebut merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian ESDM. Pemerintah Provinsi Sulsel turut menyambut program tersebut dengan menyiapkan data kebutuhan masyarakat, yang mencakup puluhan ribu kepala keluarga (KK) di Sulsel.
Program Listrik Desa tersebut mencakup pemasangan SuperSUN, perluasan jaringan listrik, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, serta sejumlah program lainnya.
“Kami menyampaikan permohonan Listrik Desa (Lisdes) untuk desa terpencil dan kepulauan di Sulsel, termasuk Selayar dan Pangkep. Program ini merupakan prioritas Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian ESDM yang kami sambut dengan data puluhan ribu KK di Sulsel,” kata Andi Sudirman.
Selain membahas program elektrifikasi, Andi Sudirman bersama Bupati Kepulauan Selayar juga mengajukan pembangunan storage tank atau tangki penampungan BBM untuk wilayah Kepulauan Selayar.
Usulan tersebut disampaikan mengingat pasokan BBM di wilayah kepulauan kerap mengalami kendala, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses distribusi dan suplai.
“Kami juga bersama Bapak Bupati Selayar mengajukan storage tank penampungan BBM untuk Kepulauan Selayar. Mengingat minimnya pasokan pada musim ekstrem akibat terhambatnya supply,” ujarnya.
Andi Sudirman berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat di desa terpencil dan wilayah kepulauan dapat menikmati akses listrik secara stabil selama 24 jam setiap hari.
“Semoga usulan ini segera terealisasi sehingga akses listrik bagi saudara kita di desa terpencil dan kepulauan dapat dirasakan 24×7 secara stabil,” pungkasnya. (*/)






