Pemdes Kertoharjo Lutim Raih Skor 99,61 Persen Terkait Penurunan Stunting

oleh -315 Dilihat
oleh
Pemdes Kertoharjo Lutim Raih Skor 99,61 Persen Terkait Penurunan Stunting
Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, berhasil mencatat capaian membanggakan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, berhasil mencatat capaian membanggakan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan data Scorecard Konvergensi Stunting tahun 2026 Triwulan II, desa tersebut berhasil meraih Skor Konvergensi Desa sebesar 99,61 persen atau 1.772 dari 1.779 layanan yang harus dipenuhi.

Capaian tersebut menempatkan Desa Kertoraharjo pada kategori sangat baik dalam pelaksanaan layanan konvergensi pencegahan dan penanganan stunting yang menyasar kelompok prioritas, yakni ibu hamil dan anak usia 0–23 bulan.

Skor Konvergensi Desa atau Scorecard Konvergensi Stunting merupakan instrumen yang digunakan pemerintah untuk mengukur kinerja desa dalam memastikan layanan dasar diterima secara lengkap oleh kelompok sasaran prioritas.

Penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator yang mencakup layanan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, akses air bersih dan sanitasi, perlindungan sosial, serta partisipasi anak dalam layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Kertoraharjo, Nengah Sriani, mengatakan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di desa, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat.

“Skor ini menunjukkan bahwa hampir seluruh layanan dasar yang menjadi indikator konvergensi stunting telah diterima oleh kelompok sasaran,” kata Nengah Sriani.

Baca Juga:  Maksimalkan Penanganan Stunting, DPPKB Lutim Tingkatkan Kapasitas Tenaga Lapangan

“Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dan memastikan tidak ada keluarga yang terlewat dari layanan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Nengah, proses pengumpulan data dilakukan secara berkala melalui aplikasi e-Human Development Worker (eHDW), yang menjadi instrumen nasional dalam pemantauan layanan konvergensi stunting di tingkat desa.

“Data tersebut kemudian diolah secara otomatis untuk menghasilkan scorecard yang menggambarkan tingkat capaian layanan,” katanya.

Kepala Desa Kertoraharjo, Made Suarta, turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Kertoraharjo yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian skor konvergensi stunting yang hampir sempurna tersebut.

“Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KPM Desa Kertoraharjo, Ibu Nengah Sriani, yang selama ini bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam melakukan pendataan, pendampingan, dan pemantauan terhadap kelompok sasaran prioritas,” kata Made Suarta.

“Capaian skor 99,61 persen ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi yang dibangun bersama seluruh pihak di desa,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen KPM dalam memastikan setiap ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting memperoleh akses terhadap layanan dasar yang menjadi indikator penilaian konvergensi stunting.

“KPM menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka tidak hanya menginput data, tetapi juga aktif melakukan edukasi, koordinasi dengan kader kesehatan, pemerintah desa, serta memastikan layanan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, capaian ini adalah prestasi bersama yang patut kita syukuri,” katanya.

Baca Juga:  Menjaga Kehidupan Sejak Awal, Lutim Dampingi Ibu Hamil Lawan Stunting

Sementara itu, Camat Tomoni Timur, Yulius, mengapresiasi capaian Desa Kertoraharjo yang berhasil meraih Skor Konvergensi Desa sebesar 99,61 persen pada Triwulan II Tahun 2026.

“Capaian ini patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan Desa Kertoraharjo dalam mendukung program percepatan penurunan stunting,” kata Yulius.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya diukur dari rendahnya angka kasus, tetapi juga dari sejauh mana layanan dasar mampu menjangkau seluruh ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

Karena itu, pemerintah kecamatan akan terus mendorong penguatan peran KPM di seluruh desa agar pelaksanaan program konvergensi stunting semakin efektif dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain menjadi indikator keberhasilan pelayanan dasar, skor konvergensi juga mencerminkan komitmen desa dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan capaian 99,61 persen, Desa Kertoraharjo membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, Kader Pembangunan Manusia, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan layanan yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur berharap keberhasilan tersebut dapat direplikasi oleh desa-desa lain sehingga upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Tomoni Timur dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tutupnya. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.