Kerjasama dengan PT. Vale, Dinkes Lutim Gelar Lomba Pengendali Jentik 2026

oleh -154 Dilihat
oleh
Kerjasama dengan PT. Vale, Dinkes Lutim Gelar Lomba Pengendali Jentik 2026
Dinas Kesehatan Luwu Timur dan PT. Vale Indonesia, menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) persiapan Lomba Desa dan Sekolah Pengendali Jentik 2026 di 8 puskesmas di Kabupaten Luwu Timur.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Dinas Kesehatan Luwu Timur dan PT. Vale Indonesia, menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) persiapan Lomba Desa dan Sekolah Pengendali Jentik 2026 di 8 puskesmas di Kabupaten Luwu Timur.

Hal ini dilakukan dalam upaya masif menekan penyebaran penyakit tular vektor, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), yang dimuai sejak tanggal 09 hinga 18 Juni 2026.

Adapun wilayah yang ditarget yakni cakupan wilayah kerja Puskesmas Malili, Lampia, Wasuponda, Parumpanai, Wawondula, Timampu, Mahalona dan Nuha.

Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Bidang P2P Dinas Kesehatan Luwu Timur, Wardan, SKm., M.Kes, mengatakan, Rakor ini menjadi langkah awal strategis untuk menyamakan persepsi dan mematangkan teknis pelaksanaan lomba.

“Ini langkah untuk mematangkan teknis akan lomba yang akan berlangsung selama tiga bulan penuh, mulai dari Juli hingga September 2026 mendatang,” kata Wardan.

Dalam pelaksanaannya, kata Wardan, setiap Puskesmas akan terlibat aktif dengan mendampingi satu desa binaan (skala dusun) dan satu sekolah tingkat SMP.

Baca Juga:  Dinkes Lutim Massifkan Agenda Penilaian Rutin untuk Puskesmas

“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem surveilans dan intervensi lingkungan untuk menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari jentik nyamuk,” katanya.

Wardan menambahkan, kegiatan ini lebih dari sekadar kompetisi. “Lomba ini merupakan kegiatan pemicu atau trigger untuk menggerakkan kembali semangat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J),” jelasnya.

“Tujuan utama kolaborasi ini bukan sekadar menang lomba. Kami ingin memicu kesadaran masyarakat melakukan PSN melalui G1R1J menjadi budaya sehari-hari,” tambahnya.

Lebih jauh, Wardan mengatakan, melalui kemandirian masyarakat, PT. Vale dan Dinas Kesehatan optimistis bahwa kawasan bebas jentik yang dicanangkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

“Keberhasilan di lokasi binaan ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur,” tutupnya.

Dengan dimulainya tahapan penilaian pada bulan Juli mendatang, Dinas Kesehatan mengajak seluruh stakeholder untuk berkomitmen penuh menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.