Peringati HPN, Kader Posyandu di Lutim Diberi Pengetahuan Trantibum

oleh -207 Dilihat
oleh
Peringati HPN, Kader Posyandu di Lutim Diberi Pengetahuan Trantibum
Dalam rangka peringatan Hari Posyandu Nsional (HPN) 2026, kader posyandu di Kabupaten Luwu Timur diberi pelatihan program Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Dalam rangka peringatan Hari Posyandu Nsional (HPN) 2026, kader posyandu di Kabupaten Luwu Timur diberi pelatihan program Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Seperti sosialisasi yang dilakukan di lapangan Desa Cenda Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, yang diikuti oleh para kader posyandu, Sabtu (23/05/2026) usai pelaksanaan program Sabtu Sehat Juara (SSJ).

Camat Tomoni Timur, Yulius, menyampaikan sosialisasi mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sangat krusial bagi para kader posyandu.

“Kita berharap para kader tidak hanya fokus pada isu kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak yang peka terhadap dinamika sosial serta kondisi Trantib terkini di wilayah Kecamatan Tomoni Timur,” kata Yulius.

Baca Juga:  Dinkes dan CLM Gelar Pelatihan kepada 25 Kader Posyandu di Lutim

Yulius memaparkan, saat ini kondisi keamanan di tingkat desa terus diperketat melalui optimalisasi peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

“Petugas Satlinmas di setiap desa, kini rutin menggelar patroli malam untuk memastikan setiap dusun aman terkendali,” katanya.

Langkah preventif ini, kata Yulius, juga difokuskan pada penegakan jam malam bagi remaja agar tidak ada lagi pelajar yang berkeliaran di luar rumah di atas pukul 22.00 Wita.

“Sebagai orang tua, kita harus gelisah kalau anak kita pukul 22 malam belum ada di rumah. Harus kita cari, itu namanya orang tua yang bertanggung jawab terhadap anaknya,” ujar Yulius menegaskan pentingnya fungsi pengawasan berlapis dari lingkungan keluarga.

Baca Juga:  TP-PKK Sulsel Gelar Supervisi Posyandu di Mangkutana

Selain urusan jam malam, Camat Tomoni Timur juga mengingatkan para kader dan orang tua untuk mewaspadai ancaman laten yang mengintai generasi muda saat ini seperti narkoba.

Ia menekankan, bahaya penyalahgunaan narkoba dan maraknya aksi tawuran antar-pelajar yang dapat merusak masa depan.

Secara khusus, Yulius juga menyoroti risiko penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja, yang memerlukan sinergi pengawasan ketat antara pemangku kepentingan, kader kesehatan, dan institusi keluarga demi mewujudkan lingkungan desa yang aman dan sehat.

Sosialisasi ini bertujuan memperkuat peran aktif kader posyandu dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan terkecil masyarakat. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.