Pemerintah Lutim Pastikan IPAL Dapur MBG Harus Penuhi Standar

oleh -237 Dilihat
oleh
Pemerintah Lutim Pastikan IPAL Dapur MBG Harus Penuhi Standar
Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Luwu Timur terus digenjot. Seperti pembangunan dapur MBG di Desa Manunggal, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Rabu (20/05/2026).

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Luwu Timur terus digenjot. Seperti pembangunan dapur MBG di Desa Manunggal, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Rabu (20/05/2026).

Meski pembangunan terus digenjot, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus melakukan pengawasan seperti memperhatikan kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain itu, pemenuhan dokumen Sanitasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum dapur dioperasikan, juga menjadi fokus pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Camat Tomoni Timur, Yulius, mengatakan, pihaknya terus mengecek langsung sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari kondisi bangunan, area parkir, akses keluar-masuk kendaraan, kesiapan peralatan dapur, hingga kebersihan lingkungan sekitar.

“Khusus pada sistem IPAL, ini menjadi fokus utama juga. Ini harus sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN), agar tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan maupun keluhan warga di sekitar lokasi dapur,” kata Yulius.

Baca Juga:  SPPG MBG di Burau Diharapkan dapat Ciptakan Iklim Usaha yang Produktif

Menurut Yulius, seluruh persyaratan teknis dan administrasi harus dipenuhi sebelum dapur mulai beroperasi, termasuk kelengkapan peralatan dan izin SLHS.

“IPAL harus sesuai juknis dari BGN supaya tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampai nanti memicu protes warga karena persoalan limbah,” ujarnya.

Ia juga meminta pengelola memastikan standar kebersihan dan sanitasi benar-benar terpenuhi mengingat dapur MBG akan melayani ribuan pelajar di wilayah Tomoni Timur.

Sementara itu, pemilik dapur MBG Manunggal, Hasbi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan dari pemerintah kecamatan dan berjanji segera melengkapi seluruh kebutuhan yang menjadi catatan dalam peninjauan tersebut.

“InsyaAllah kalau tidak ada halangan, Juni sudah mulai dioperasikan. Saat ini kami masih menunggu survei kelayakan operasional dari BGN dan juga penilaian dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur terkait IPAL dan SLHS,” kata Hasbi.

Program MBG di Kecamatan Tomoni Timur nantinya diproyeksikan melayani sekitar 2.500 peserta didik mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.