Geopark Matano Dinilai Strategis, Lutim Kebut Proses Menuju Geopark Nasional

oleh -152 Dilihat
oleh
Geopark Matano Dinilai Strategis, Lutim Kebut Proses Menuju Geopark Nasional
Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Parmudora) Lutim, menggelar kegiatan evaluasi progres penyusunan dokumen pengusulan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional, yang berlangsung mulai 21–25 April 2026 di Gedung Pemuda, Malili.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Parmudora) Lutim, menggelar kegiatan evaluasi progres penyusunan dokumen pengusulan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional, yang berlangsung mulai 21–25 April 2026 di Gedung Pemuda, Malili.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Tim Percepatan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, dan dihadiri oleh Kabid Kemitraan dan Destinasi Pariwisata Parmudora, Andi Irfan Saputra, narasumber dari General Manager (GM) Unesco Global Geopark Ijen Jawa Timur, Abdillah Baraas, serta Tim Percepatan Geopark Matano, Selasa (21/04/2026).

Dalam sambutannya, Andi Tabacina Akhmad, menyampaikan bahwa, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan dokumen pengusulan Geopark Matano agar memenuhi standar nasional.

Kepala Dinas Kominfo-SP Lutim ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan penetapan geopark di Luwu Timur.

Baca Juga:  Atasi Bangunan Tak Berizin, Pemkab Lutim Susun Regulasi Kawasan Danau Matano

Sementara itu, Abdillah Baraas selaku narasumber menjelaskan, geopark merupakan suatu wilayah yang dikelola secara terpadu dengan mengedepankan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya.

Menurutnya, geopark berbeda dengan kawasan konservasi seperti cagar alam atau taman nasional, karena dikelola secara inklusif dengan melibatkan masyarakat.

“Geopark adalah konsep pembangunan kawasan berkelanjutan dengan semangat celebrating earth heritage, sustaining local communities,” kata Abdillah Baraas.

Ia juga menegaskan bahwa secara prinsip, tidak terdapat perbedaan mendasar antara geopark nasional dan geopark global, kecuali pada tingkat pengakuan internasional terhadap nilai warisan geologinya.

Lebih lanjut, Abdillah menyebutkan empat kelengkapan dasar yang harus dimiliki sebuah geopark, yaitu warisan geologi (geological heritage), manajemen, visibilitas, serta jejaring (network).

Melalui kegiatan ini, diharapkan proses penyusunan dokumen Geopark Matano dapat semakin matang dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, sehingga mampu mendorong Luwu Timur menjadi bagian dari kawasan geopark nasional di Indonesia. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.