Setahun Ibas-Puspa, Pengangguran dan Kemiskinan Turun, Masyarakat Lutim Puas

oleh -189 Dilihat
oleh
Setahun Ibas-Puspa, Pengangguran dan Kemiskinan Turun, Masyarakat Lutim Puas
Pengamat politik dari Profetik Institute, Muhammad Asratillah, menilai dalam kurun satu tahun, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Dalam kurun satu tahun, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Lutim, Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Lutim, Puspawati Husler (Ibas-Puspa), pembangunan daerah bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.

Alih-alih tersandera pada fase penyesuaian birokrasi di tahun pertama, pasangan ini justru langsung mendorong percepatan program prioritas.

Baca Juga:  Oma Intan Senang, Kartu Lansia Ibas-Puspa Ringankan Beban Hidup

Indikator Membaik, Kinerja Terukur

Pengamat politik dari Profetik Institute, Muhammad Asratillah, menilai capaian tersebut sebagai perkembangan yang positif.

“Sejumlah indikator kesejahteraan di Luwu Timur menunjukkan perbaikan yang nyata,” kata Muhammad Asratillah.

Asratillah mencontohkan, pada tingkat pengangguran tercatat menurun dari 4,58 persen menjadi 3,70 persen.

Selain itu, kata Asratillah, angka kemiskinan juga mengalami penurunan hingga berada di level 5,79 persen. “Sementara itu, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 89 persen,” katanya.

Hal ini menurut Asratillah, merupakan capaian yang tidak biasa. Umumnya, kata dia, tahun pertama masih menjadi tahap konsolidasi.

“Namun di Luwu Timur, hasilnya sudah mulai terlihat, terutama dalam penguatan sektor UMKM dan layanan perizinan,” ujar Asratillah.

Baca Juga:  Penjahit Desa Ketiban Berkah dari Program Seragam Gratis Ibas-Puspa

Stabilitas Sosial Jadi Kunci

Selain capaian ekonomi, Asratillah juga menyoroti aspek sosial yang dinilai menjadi faktor penting. “Untuk indeks kerukunan sosial di Luwu Timur, itu tercatat berada di angka 80,84 persen,” katanya.

Menurut Asratillah, kondisi sosial yang kondusif inilah yang memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan program secara lebih efektif.

“Stabilitas menjadi fondasi utama. Ketika masyarakat merasa aman dan rukun, proses pembangunan bisa berjalan lebih optimal. Ada keseimbangan antara pendekatan teknokratis dan pendekatan sosial,” jelasnya.

Baca Juga:  Program SSJ Dinilai Tingkatkan UMKM di Lutim

Tantangan Keberlanjutan Program

Meski menunjukkan tren positif, Asratillah mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lengah dikarenakan sejumlah tantangan dinilai masih perlu menjadi perhatian.

“Distribusi manfaat pembangunan harus merata hingga ke wilayah pedesaan. Selain itu, kualitas pekerjaan juga perlu diperhatikan agar masyarakat tidak hanya terserap secara kuantitas, tetapi juga memperoleh penghasilan yang layak,” pesannya.

Partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, lanjut Astratillah, juga dinilai penting untuk diperkuat.

“Fondasi awal sudah terbentuk. Tantangannya adalah menjaga konsistensi agar capaian ini berkelanjutan hingga akhir masa kepemimpinan,” tegasnya.

Dengan perkembangan tersebut, Luwu Timur mulai menunjukkan peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai daerah berbasis sumber daya, tetapi juga sebagai wilayah dengan pertumbuhan pembangunan yang terukur di Sulawesi Selatan. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.