Sektor Pertanian Luwu Timur Tumbuh, Ikuti Tren Nasional Menuju 5,53 Persen

oleh -183 Dilihat
oleh
Sektor Pertanian Luwu Timur Tumbuh, Ikuti Tren Nasional Menuju 5,53 Persen
Kabupaten Luwu Timur yang selama ini dikenal sebagai daerah berbasis pertambangan, mulai mengarahkan perhatian pada penguatan sektor hijau. (Foto: ilustrasi AI)

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Kabupaten Luwu Timur yang selama ini dikenal sebagai daerah berbasis pertambangan, mulai mengarahkan perhatian pada penguatan sektor hijau.

Hal ini seiring dengan rilis data pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah diolah, sektor pertanian secara nasional sempat mengalami kontraksi sebesar -1,65 persen pada tahun 2022.

Baca Juga:  Setahun Ibas-Puspa, Pengangguran dan Kemiskinan Turun, Masyarakat Lutim Puas

Dampak kondisi tersebut turut dirasakan oleh petani di berbagai daerah, termasuk di Luwu Timur, yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian iklim.

Namun, kondisi mulai berangsur membaik sejak 2023. Sejalan dengan tren pemulihan nasional yang diproyeksikan mencapai 5,53 persen pada 2025, Luwu Timur dinilai memiliki potensi untuk tumbuh lebih cepat.

Sebagai salah satu sentra pertanian dan perkebunan di Sulawesi Selatan, Luwu Timur mengandalkan komoditas unggulan seperti lada, kelapa sawit, dan padi sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Di wilayah Towuti dan sekitarnya, komoditas lada yang menjadi ciri khas daerah terus didorong peningkatan produktivitasnya agar sejalan dengan target pertumbuhan nasional.

Baca Juga:  Pembiayaan Hijau Masuk Lutim, Petani Kakao Didorong Naik Kelas

Sementara itu, sektor perikanan di wilayah pesisir Malili juga diharapkan mampu memanfaatkan momentum pemulihan untuk memperluas akses pasar.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan kini memfokuskan upaya pada penguatan infrastruktur pertanian serta pengembangan hilirisasi produk.

Langkah ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan tren pertumbuhan yang meningkat dari 1,19 persen pada 2023 hingga proyeksi 5,53 persen pada 2025, sektor pertanian Luwu Timur dinilai berada pada jalur yang tepat untuk menjadi pilar ekonomi yang lebih seimbang, mendampingi sektor pertambangan yang selama ini dominan. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.