Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Antrean kendaraan tampak mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Luwu Timur dalam beberapa hari terakhir.
Di tengah situasi itu, aparat Kepolisian Resor Luwu Timur bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) bergerak cepat melakukan koordinasi dengan para pengelola SPBU guna memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan lancar dan terkendali.
Lonjakan antrean dipicu meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat. Kekhawatiran akan situasi global yang berkembang mendorong sebagian warga membeli dalam jumlah lebih besar dari biasanya.
Kasat Reskrim Polres Lutim, AKP Jody Dharma, mengungkapkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan panic buying yang memperparah antrean di sejumlah titik, Selasa (07/04/2026).
“Dalam rangka pengawasan dan pencegahan, pihak kepolisian turut memanggil pimpinan/pengelola SPBU untuk diberikan peringatan agar tidak terjadi pelanggaran dalam pendistribusian BBM, termasuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku serta pengaturan antrean dilakukan secara tertib,” kata AKP Jody.
Langkah tersebut, kata Jody, tidak hanya menitikberatkan pada pengawasan, tetapi juga upaya menjaga kepercayaan publik.
“Para pengelola SPBU diingatkan untuk tidak melakukan praktik yang dapat memicu keresahan, serta tetap menjunjung transparansi dan kepatuhan terhadap aturan,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Jody, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Pemerintah memastikan, pasokan BBM di wilayah Kabupaten Luwu Timur dalam kondisi aman dan terkendali,” tambahnya.
“Upaya koordinasi dan pengawasan ini diharapkan mampu meredam kepanikan sekaligus menjaga ritme distribusi BBM tetap stabil,” tutupnya.
Hingga saat ini, situasi di lapangan terpantau berangsur kondusif, dengan distribusi yang tetap berjalan aman dan tertib. (*/)







