Luwu Utara, Kabartanaluwu.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra) mengusulkan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Usulan proyek tersebut untuk mendukung program cetak sawah seluas 20.000 hektare di wilayah Lutra.
Usulan itu disampaikan Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim, saat menemui pihak Direktorat Irigasi dan Rawa Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Kamis (05/03/2026).
“Dalam pertemuan itu, kami memaparkan bahwa tahun 2026 ini dari 6.500 hektare rencana cetak sawah yang saat ini dalam pelaksanaan SID. Dan 3.500 hektare merupakan lahan yang berada di sekitar jaringan irigasi Baliase,” kata Andi Rahim, Jumat (06/03/2026).
Andi Rahim mengaku turut memaparkan kebutuhan irigasi pada percetakan sawah di Kecamatan Seko. Menurutnya, pengadaan irigasi pada lokasi tersebut mampu menunjang pengahasilam pertanian masyarakat.
“Kami menyampaikan usulan pembangunan irigasi di daerah Desa Taloto, Hono, dan Eno yang berada di Kecamatan Seko serta Daerah irigasi Desa Onondoa di Kecamatan Rampi,” katanya.
“Ketika irigasi diintervensi sudah pasti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan karena produktivitas lahan pertanian masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Andi Rahim turut meminta Kementerian PU melakukan perbaikan bendungan Suplesi Kanjiro di Desa Tolangi, Kecamatan Bone-Bone. Menurutnya, bendungan tersebut rusak sejak tahun 2018 akibat banjir.
“Bendungan Suplesi Kanjiro juga kami turut usulkan, di sana itu sejak tahun 2018 rusak akibat banjir yang mengairi 1.000 hektar sawah, dan kami berharap Kementerian PU membantu guna kepentingan warga tersebut,” tutupnya.
Sementara itu, Kasubdit Wilayah IV Kementerian PU, Lukman Hakim merespons baik permintaan tersebut. Menurutnya, saat ini Lutra telah mendapatkan 2 usulan Irigasi kewenangan kabupaten dan 1 daerah Irigasi kewenangan provinsi yang telah menjadi stok program inpres 2026.
“Sementara untuk 4 daerah Irigasi yang disampaikan oleh bapak Bupati dapat diusulkan pada kegiatan inpres 2026 dan Pemda dapat mengusulkan daerah irigasi kewenangan kabupaten lainnya,” jelasnya
“Sementara untuk daerah Irigasi Baliase dan bendung Suplesi Kanjiro di Kecamatan Bone-Bone itu akan menjadi prioritas direktorat irigasi dan rawa dalam rangka swasembada pangan,” katanya. (*/)





