Menjaga Identitas Luwu, Generasi Muda I La Galigo Dikukuhkan

oleh -385 Dilihat
oleh
Menjaga Identitas Luwu, Generasi Muda I La Galigo Dikukuhkan
Kegiatan Mappatemme Sikolah, Sekolah Budaya Luwu I La Galigo Cabang Luwu Timur Angkatan II tahun 2025, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Rabu (14/01/2026)

Luwu Timur, Kabartanaluwu.id – Kabupaten Luwu Timur yang dikenal dengan sebutan Bumi Batara Guru, memiliki kekayaan budaya yang menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dilestarikan, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi muda.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade, saat menghadiri kegiatan Mappatemme Sikolah, Sekolah Budaya Luwu I La Galigo Cabang Luwu Timur Angkatan II tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Sekda Lutim, Ramadhan Pirade, juga secara resmi mengukuhkan 41 alumni peserta Sekolah Budaya Luwu I La Galigo yang ditandai dengan penyerahan sertifikat, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Rabu (14/01/2026).

Dalam sambutannya, Ramadhan Pirade menyampaikan ucapan selamat kepada para alumni yang telah dinyatakan lulus di Sekolah Budaya Luwu I La Galigo.

Baca Juga:  Pemkab Lutim Siap Kolaborasi Jaga dan Lestarikan Budaya Luwu

Ramadhan menegaskan bahwa para alumni merupakan generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menjaga, merawat, serta membawa budaya Luwu ke arah yang lebih maju.

“Melalui penyelenggaraan Sekolah Budaya Luwu I La Galigo untuk kedua kalinya di Bumi Batara Guru ini, kita memiliki wadah untuk semakin mengenal, memahami, dan menghargai nilai-nilai luhur budaya Luwu,” kata Ramadhan Pirade.

Ramadhan juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya para pengajar dan pengelola Sekolah Budaya Luwu I La Galigo yang telah mendedikasikan diri dalam upaya pelestarian budaya Luwu.

“Kehadiran Sekolah Budaya Luwu I La Galigo ini, menjadi solusi agar masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan akar budaya yang membentuk identitas sebagai orang Luwu,” katanya.

Baca Juga:  Tumbuhkan Budaya Literasi di Lutim, Dispusipda Kolaborasi dengan Siswa SD

Lebih lanjut, Ramadhan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas dan kearifan lokal, sekaligus berpotensi menjadi salah satu daya tarik pendukung pengembangan industri pariwisata.

“Insya Allah, jika kita bersatu, bekerja sama, dan bergotong royong, seluruh permasalahan di Kabupaten Luwu Timur dapat kita selesaikan bersama,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, juga diberikan penghargaan kepada 12 lulusan terbaik oleh Opu Mincara Burau, Andi Bintang Aras, yang diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Erniwati.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo, Anggota DPRD, Erni Malape, Sekretaris DPRD, Alamsyah Parkesi, Kabag Ops. Polres Lutim, Andi Yusuf, perwakilan Mincara Malili, Kadis Kominfo SP Andi Tabacina Ahmad.

Selain itu hadir pula, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Raodah K, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Rapiuddin Tahir, Ketua DWP, Ketua Bhayangkari, Camat Malili, perwakilan PT Vale, Ketua Yayasan Wanua Tana Luwu, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur. (*/)

No More Posts Available.

No more pages to load.