Luwu Timur, Kabartanaliuwu.id – Dalam upaya memperkuat kerukunan antar umat beragama di Kecamatan Tomoni Timur, tokoh agama dana tokoh tokoh masyarakat, menggelar rakor, Senin (24/11/2025).
Rakor yang digelar di aula kantor Camat Tomoni Timur itu, mengangkat tema “Memperkokoh Harmonisasi Umat Beragama Demi Tomoni Timur yang Rukun dan Damai.”
Camat Tomoni Timur, Yulius, mengatakan, dari data indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kabupaten Luwu Timur hasil survey Kemenag Sulsel menunjukkan tren positif.
Tahun 2024, kata Yulius, indeks tercatat 80,47 persen, naik tipis menjadi 80,84 persen pada 2025. Sementara untuk kecamatan Tomoni Timur sendiri indeksnya mencapai 81,00 % dengan kategori sangat baik.
“Angka ini mencerminkan tingkat toleransi yang relatif tinggi, meski tetap membutuhkan penguatan di lapangan dengan kolaborasi semua stakeholder termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat,” kata Yulius.
Persentase 81 persen, kata Yulius, bisa jadi nol kalau semua pihak tidak bisa menjaga kerukunan umat beragama yang selama ini berjalan dengan cukup baik di Tomoni Timur.
Selain keragaman agama, Tomoni Timur memiliki potensi ekonomi di sektor pertanian, agroforestry, serta peluang ekowisata dan wisata religi.
Namun, rapat juga menyoroti risiko yang perlu diantisipasi, seperti salah paham antar agama, eksklusif sosial, hingga masuknya paham radikal melalui media sosial.
“Konflik sumber daya dan fragmentasi generasi muda, itu sebagai ancaman yang tak bisa diabaikan,” katanya.
Sejumlah langkahpun disepakati untuk dilakukan ke depannya antara lain, pembentukan forum kerukunan umat Agama dengan pertemuan rutin, program lintas agama dan suku berupa gotong royong, bakti sosial, serta acara kebudayaan bersama.
“Pembentukan Pemuda lintas Agama (Pelita), pendidikan moderasi beragama bagi pemuda serta, penguatan kanal komunikasi cepat melalui WhatsApp dan Telegram,” ujar Yulius.
Sementara itu, Imam Desa Cendana Hitam, Ustadz Ramono, mengungkapkan bahwa selama ini harmonisasi antar umat beragama sudah terbangun di setiap desa, namun itu semua perlu dijaga.
“Kami di Desa Cendana Hitam, gereja dan masjid saling berhadapan dan berbagi tempat parkir jika ada acara besar dilakukan. Itu tidak ada masalah,” kata Ustadz Ramono.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Polsek, Kepala KUA, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta personel Satpol-PP. (*/)





